Decision Making The Essence of the Manager’s Job

Management Class (Kuliah Manajemen) – Department of Management, College of Economics and Management – Bogor Agriculture University

Lecture Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc.

Session 5

Decision Making The Essence of the Manager’s Job

Fitria Shofi Utami – Department of Animal Production and Technology, College of Animal Science – Bogor Agriculture University

Pertanyaan :

Saya sulit untuk memilih diantara dua pilihan yang sama pentingnya. Pilihan pertama yaitu mengikuti studi banding keUniversitas Gajah Mada, yang notabene adalah sebuah kegiatan yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa yang diadakan pada bulan Desember, sedangkan pilihan kedua adalah pelaksanakan penelitian pada bulan Desember. Kegiatan yang berbeda namun pada bulan yang sama, membuat saya bingung. Manakah yang harus saya prioritaskan??


Jawab
:

Namun, karena penelitian yang saya akan lakukan telah terjadwal dan telah disusun maka saya mengambil keputusan untuk memprioritaskan penelitian saya dibandingkan studi banding ke UGM. Studi banding adalah kegiatan yang penting juga bagi anggota BEM, namun untuk mendapatkan info dan pengalaman dari teman-teman di UGM tidak harus bertandang ke sana. Info- info tersebut dapat diperoleh dari teman-teman yang mewakili berangkat studi banding ke UGM.

 

 

Perencanaan selama 1 tahun ke depan (jangka pendek) meliputi :

1. melaksanakan seminar proposal penelitian pada bulan November 2011

2. melaksanakan penelitian pada bulan Desember 2011 – Februari 2012

3. melaksanakan analisis data dan skripsi pada bulan Februari – April 2012

4. Wisuda pada bulan Juni 2012
Perencanaan selama 4 tahun kedepan (jangka panjang) yang meliputi :

1. melanjutkan ke jenjang S2 di luar negeri di perancis

2. menjadi wirausaha muda, mendirikan sebuah peternakan terpadu

3. menikah di usia 24 tahun

Sosial Responsibility and Managerial Ethnics

Management Class (Kuliah Manajemen) – Department of Management, College of Economics and Management – Bogor Agriculture University

Lecture Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc.

Session 4

Sosial Responsibility and Managerial Ethnics

Fitria Shofi Utami – Department of Animal Production and Technology, College of Animal Science – Bogor Agriculture University

Pertanyaan :

Bagaimana penggunaan kode etik yang efektif?

Jawaban :

  • Kode etik dijadikan sebagai panduan dalam menangani dilema etika dalam pengambilan keputusan
  • Kode etik dikomunikasikan secara reguler kepada seluruh karyawan
  • Menegaskan bahwa kode etik dan komitmen sangat penting di seluruh tingkatan manajemen suatu organisasi
  • Menegur dan konsisten menegakkan disiplin bagi yang melanggar kode etik tersebut

Managing in global environment

Management Class (Kuliah Manajemen) – Department of Management, College of Economics and Management – Bogor Agriculture University

Lecture Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc.

Session 3

Managing in global environment

Fitria Shofi Utami – Department of Animal Production and Technology, College of Animal Science – Bogor Agriculture University

Dalam dunia global memiliki tantangan tersendiri yakni munculnya persaingan, pemahaman budaya yang berbeda, penyesuaian terhadap perubahan lingkungan global, dan menghindari parokialisme. Terdapat beberapa sudut pandang global yakni sikap etnosentris, polisentris, dan geosentris. Dalam dunia global terdapat berbagai macam perjanjian dan kerjasama dalam bidang perdagangan maupun politik, misalnya europian union, NAFTA, dan lain-lain. Ada beberapa tahapan proses globalisasi yakni tahap 1 ekspor produk, tahap 2 memeperkerjakan perwakilan asing, tahap 3 lisensi. Bentuk lain dari globalisasi adalah aliansi strategis dan joint venture. Mengelola di lingkungan global dari segi lingkungan hukum harus mempunyai prosedur hukum yang mapan, perbedaan hukum akan mengakibatkan aktivitas bisnis menjadi kacau. Begitu pula sistem ekonomi, baik dari segi sistem ekonominya baik ekonomi pasar maupun terpimpin. Lingkungan budaya juga diperhatikan karena budaya nasional memiliki pengaruh yang lebih besar ketimbang budaya organisasi. Efek dari globalisasi ini adalah individualisme dalam suatu negara. Suatu negara memiliki ciri masing-masing.

Pertanyaan: Apa kendala dari suatu perusahaan yang ingin melakukan bisnis ke arah global?

DIMENSI BUDAYA YANG TERDAPAT DI KELAS

Management Class (Kuliah Manajemen) – Department of Management, College of Economics and Management – Bogor Agriculture University

Lecture Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc.

Session 2

Dimensi Budaya dalam Kelas

Fitria Shofi Utami – Department of Animal Production and Technology, College of Animal Science – Bogor Agriculture University

Menurut kelompok kami budaya yang terdapat di kelas berdasarkan tujuh dimensi budaya organisasi adalah :

1.      Perhatian yang mendetail

Kondisi saat dosen mengajar di kelas, pada awalnya mahasiswa fokus terhadap materi yang disampaikan oleh dosen yaitu bapak Ujang. Namun, pembelajaran dapat berjalan kondusif saat bapak ujang dapat mengemas materi dengan baik dan dapat menguasai kelas. Misalnya dengan menyelingi cerita humor dan bercerita tentang pengalaman bapak ujang sehingga dapat memberikan suatu motivasi tersendiri untuk kami, suasana menjadi lebih santai serta adanya kedisplinan yang diterapkan membuat kami menjadi seseorang yang bertanggaung jawab.

 

2.      Orientasi Hasil

Dosen memberikan materi pada saat kuliah tidak hanya berorientasi pada hasil nilai dan ujian semata. Akan tetapi untuk lebih memahami, bapak ujang memberikan tugas supaya mahasiswa lebih memahami materi yang telah disampaikan. Karena mahasiswa memiliki tujuan yang sama dari berbagai departemen yang berbeda sehingga harus berusaha untuk meraihnya.

Peran Manajer

Management Class (Kuliah Manajemen) – Department of Management, College of Economics and Management – Bogor Agriculture University

Lecture Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc.

Session 1

Peran Seorang Manajer

Fitria Shofi Utami – Department of Animal Production and Technology, College of Animal Science – Bogor Agriculture University

Seorang  manajer yang membawahi karyawannya memiliki peran yang penting. Begitu pula dengan gaya kepemimpinan seorang manajer pastilah sangat menentukan bagaimana kelanjutan suatu lembaga atau organisasi yang dipimpinnya. Seorang manajer memiliki beberapa pendekatan terhadap karyawannya agar ia mampu mengatur semua sumberdaya secara efisien dan efektif untuk melakukan aktivitas sehingga tujuan suatu lembaga tercapai. Motivasi terhadap bawahan/karyawan merupakan salah satu bentuk pendekatan agar kinerja mereka optimal, misalnya memberikan penghargaan terhadap kinerja karyawan atau bawahan. Motivasi tersebut akan menimbulkan rasa saling memiliki bahwa mereka juga adalah bagian dalam suatu lembaga/organisasi. Seorang manajer juga tetap harus mendengarkan pendapat para karyawan/bawahannya dan mendiskusikan setiap target yang telah dibuat, yang tentu saja mempengaruhi posisi mereka dan dalam bekerja. Manajer juga  harus memberikan semua informasi kepada karyawan atau bawahan tanpa menyembunyikan apa pun. Perilaku seorang manajer adalah hal yang paling penting, bukan apa yang di katakan. Jadilah pemimpin bukan boss. Seorang pemimpin yang memotivasi bawahannya karena pemimpinlah yang menentukan apakah akan jadi pemenang atau pecundang. Keberhasilan seorang pemimpin terkait dengan keberhasilan bawahannya. Oleh karena itu seorang pemimpin harus menjadi  teladan bagi bawahannya.  Begitu  pula sebagai seorang manajer yang memang harus menjadi seorang teladan bagi karyawannya.

 

I LUV IPTP

Alasan utama saia masuk IPTP karena saia lebih tertarik pada budidaya dak teknologi pengolahan hasil ternaknya  (maksudnya biar ga nge-lab gitu… eh ternyata malah nge-lab juga, selain harus ke kandang… hahahaha… ). Tadinya ga kepikiran sama sekali buat masuk Fapet apalagi departemen IPTP. Tapi, setelah dijalani selama 2 tahun ternyata saia terjerumus ke “JALAN YANG BENAR” aaaaaaaaaamien ya Allah……

Sekarang baru sadar deh enaknya di IPTP (tapi laporannya enggggak banget… T_T).  Banyak manfaat yang saia peroleh dari kesibukan-kesibukan mahasiswa kebanyakan yang ga jauh-jauh dari laporan dan tugas-tugas yang seabrek , kuliah dan praktikum yang selalu jam 7.00 WIB (sekalinya masuk jam 8.00 berasa siang banget… gayaaaaaaa!!!) , tentunya yang ikut organisasi, dll. Yah bisa dibilang ini semua adalah sebuah metamorphosis yang harus dijalani untuk menjadi  seekor kupu-kupu yang cantik. Untuk itu, saia dan teman-teman yang lain selalu “bersemangat”  dalam menjalani hari-hari di IPTP 45 untuk menjadi para PETERNAK HANDAL yang nantinya dapat berguna bagi bangsa Indonesia… amiieeen…..(walaupun semangatnya terlalu berlebihan atau bisa dibilang lebbbbbbbbbbbbaaaaaay… hehehe).

Saia tidak peduli dengan anggapan orang yang selalu memandang rendah Fapet terutama IPTP (tapi sebel juga sih!!!).  Anggapan-anggapan  itu  akan saia jadikan penyemangat agar  saia bisa membuktikan bahwa anggapan mereka itu SALAH!!!!  Yah mereka beranggapan seperti itu karena mereka belum tahu tentang PETERNAKAN (bisa dimaafkan.. hehehe..). Padahal PETERNAKAN merupakan bidang yang memiliki potensi baik untuk berwirausaha. Nah… karena alasan itu juga saia masuk Fapet di departemen IPTP dan tentunya salamnya yang keren itu loh…. Hahahaha……………….

AHOOOOOOOOOOOOYYY!

AHOOOOOOOOOOOOYYY!

AHOOOOOOOOOOOOYYY!

*narsis dikit boleh kan…. Hahahaha…..

Mudik Lebaran 2010

Libur lebaran menjadi momen spesial yang selalu saya tunggu-tunggu, karena di saat itulah saya dan keluarga selalu menyempatkan waktu untuk pulang ke kampung halaman orang tua saya. Seperti tahun-tahun sebelumnya, kami sekeluarga mudik ke Ngawi tempat asal bapak saya, dan Lamongan tempat asal ibu saya. Kami sekeluarga berangkat enam hari sebelum lebaran, dengan mengendarai sebuah mobil yang dikemudikan oleh bapak saya. Kira-kira pukul 03.00 WIB kami berangkat, tanpa lupa berdoa kami memulai perjalanan dari cikarang menuju Ngawi. Setelah sekitar 15 jam perjalanan akhirnya kami sampai di Ngawi. Kami disambut oleh sanak saudara dengan penuh suka cita. Hari berganti hari hingga akhirnya tibalah Hari Raya Idul Fitri. Selepas shalat Ied, saya dan keluarga besar di Ngawi melakukan ritual tahunan setiap lebaran, yaitu sungkeman. Rasa haru dan gembira campur aduk semua. Tetes air mata dan senyum menjadi penghias di hari nan fitri. Kami kemudian bersilaturahim ke rumah tetangga dan saudara. Di hari ke dua lebaran, saya dan keluarga meninggalkan Ngawi menuju Lamongan. Sekitar 4 jam perjalanan yang harus kami tempuh untuk tiba di Lamongan. Sesampainya di Lamongan, kami pun di sambut oleh semua keluarga yang telah berkumpul. Rasa haru dan gembira kembali terulang di sini. Waktu kami untuk tinggal di Lamongan hanya 5 hari, karena tuntutan tugas dan sekolah yang harus segera dilaksanakan. Selama di Lamongan saya dan keluarga besar menghabiskan waktu dengan mengunjungi beberapa tempat wisata di sekitar Lamongan, seperti Wisata Bahari Lamongan (WBL), Jembatan Suramadu, dan juga beberapa tempat perbelanjaan di Surabaya. Rasanya waktu selama 5 hari tidak cukup untuk melepas kerinduan pada saudara-saudara yang hanya bisa berkumpul bersama setiap setahun sekali. Tibalah waktunya saya dan keluarga harus kembali ke cikarang. Kami berangkat dari Lamongan sekitar pukul 03.00 WIB dan baru sampai rumah sekitar pukul 21.00 WIB. Perjalanan yang sungguh sangat panjaaaaang! Saya merasakan bagaimana rasanya bermacet-macet ria di jalan karena arus balik lebaran. Semoga saja saya masih bisa bertemu dengan Idul Fitri tahun depan dan kembali merasakan indahnya lebaran. Selamat Lebaran ya teman-teman,,Minal Aidin wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin :)